Miris, Puluhan Pekerja Proyek Universitas Islam Indonesia Di RRI Mengaku Belum Di Bayar.

DEPOKUPDATE. COM I SUKMAJAYA
Tak semegah dan sebangga nama besarnya, Proyek pembangunan Universitas Islam internasional indonesia yang berlokasi di RRI ternyata menyimpan duka bagi Puluhan Para Pekerja bangunannya.

Merantau Dari luar Kota untuk menghidupi anak istri Dan harapan keluarga Besar dikampung menuju Kota Depok Yang bersahabat ternyata tak seindah gengsi internasional mega Proyek pembangunan universitas ini.

Perwakilan Pekerja yang mewakili puluhan bahkan ratusan yang bekerja, Mengaku Belum Di Bayar hingga saat ini, bahkan upaya menagih Dan mengadu pun sepertinya telah pupus harapan.

Namun demi tanggung Jawab keluarga Dan kebutuhan beberapa Dari Mereka masih memperjuangkan Hak yang Belum Terbayarkan.

baca juga :  Ini Lima Isu Strategis Fokus BKD di 2021

” Saya sampai membuat perjanjian berhutang di warung sekitar 20 jutaan Karena memang Belum di Bayar sisa pelunasannya,tolong bantu kami Pak Walikota, Pak dewan, Pak disnaker, LSM atau siapa pun yang peduli dengan nasib kami, bagaimana nasib kami di sini Dan keluarga di kampung, ” tutur Isman Faredi, yang bekerja sebagai mandor.

Dia berharap PT. Wika Maupun PT. BRANTAS tidak tutup Mata Akan nasib mereka dan lebih jeli memilih Subcon guna mengantisipasi oknum nakal yang merugikan Pekerja lepas.

” Mungkin Kalo di total bisa ratusan pekerja itu pun kita tidak tahu pasti Karena sebagian sudah pasrah Dan memutuskan pulang Karena tidak ada kejelasan sampai kapan, Hanya di kasih transport 250ribu untuk pulang kampung,” Sambungnya.

baca juga :  Kasihan, 4 Tahun Terbaring lemah Wanita Di Cipayung Butuh Pertolongan

Dirinya dengan Para Pekerja Lain mengatakan siap memberikan keterangan Dan bukti jika dibutuhkan agar perjuangan menuntut Hak hasil keringat mereka terpenuhi.

Sementara itu Anggota Dewan Ade Supriatna menyesalkan kejadian tersebut yang menurutnya ini tak perlu terjadi hingga merugikan pekerja bahkan bisa mencoreng nama baik Universitas Islam internasional Indonesia selain Kota Depok yang dinilai bersahabat bagi siapa pun.

baca juga :  Forwan Indonesia Gelar HBH di Depok

” Saya Akan bantu audiensi dan mediasi Para Pekerja dengan pihak Disnaker Depok agar ada penyelesaian yang kongkrit Dan bisa langsung menjelaskan duduk perkaranya, ” Tegas Ade Supriatna.

Para Pekerja berharap peran serta Anggota Dewan Ade Supriatna mampu menentukan nasib mereka dan Para Pekerja lain yang mengalami Hal yang Sama.

Sementara itu pihak Disnaker Kota Depok menurut keterangan Ade mengatakan akan memfasilitasi upaya mediasi antara pihak pekerja dan pihak Perusahaan.

Sebelumnya para pekerja menenemui Disnaker Kota Depok atas prakarsa anggota Dewan Ade Supriatna pada Jumat pagi (24/7).

DD/DU